Pada Masa Persalinanku Keluarga Suami Satu Pun Tidak Ada yang Datang. Sehingga Aku Memilih Nama Anakku. Tapi Karena Hal Ini Mereka Malah Marah Bukan Kepalang. Berikut Lengkapnya...
Ibuku meninggal ketika aku umur 4 tahun, meninggalkan ayahku sendiri untuk menjaga kakakku yang berumur 6 tahun dan aku. Banyak orang yang diam-diam menertawakan keluargaku karena tidak ada anak laki-laki. Menertawakan karena ayahku tidak menikah lagi untuk membuahkan anak laki-laki. Ayahku sangat menyayangi kami berdua. Ia kerja mati-matian untuk mencukupi hidup kami. Dari kecil, aku berharap mempunyai seorang ibu, tapi juga takut suatu hari ayah membawa "ibu baru" pulang. Aku juga berharap suatu hari nanti mertua dapat berperan sebagai ibuku. Aku akan menjaga dan mencintainya seperti ibu sendiri. Alasan aku jatuh cinta dengan suamiku karena ia sangat taat dan sayang kepada ibunya yang sekarang adalah mertuaku. Kata suami, ibunya adalah seorang yang sangat lembut dan mencintai anak. Sebelum menikah, aku sering datang kerumahnya. Mertuaku sangat ramah dan mudah bergaul. Sepenuhnya seperti ibu yang saya inginkan. Setelah dua tahun pacaran, kami pun memutuskan untuk ...